| Tujuan |
Strategi |
| Menghasilkan lulusan yang unggul dan kontekstual dalam konseling pastoral melalui integrasi ilmu teologi dan psikologi dengan pendekatan pastoral berbasis spiritualitas Pentakostal. |
- Penerapan kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education) yang mengintegrasikan teologi, psikologi, dan pendekatan pastoral khas spiritualitas Pentakostal.
- Meningkatkan kapasitas dosen dalam pendekatan interdisipliner melalui pelatihan, lokakarya, dan kolaborasi akademik.
- Menerapkan metode pembelajaran aktif (active learning) seperti studi kasus, praktik konseling, dan simulasi pastoral.
|
| Menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas dalam merancang dan melaksanakan penelitian ilmiah yang orisinal dan relevan di bidang konseling pastoral, guna memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan praktik konseling dalam konteks gereja secara holistik. |
- Menyelenggarakan seminar dan workshop metodologi penelitian konseling pastoral secara berkala.
- Membimbing mahasiswa dalam menyusun proposal dan pelaksanaan tesis berbasis isu aktual di gereja dan masyarakat.
- Mengembangkan pusat studi dan laboratorium konseling pastoral sebagai wadah riset terapan.
- Mendorong publikasi hasil penelitian mahasiswa dan dosen di jurnal bereputasi nasional dan internasional.
|
| Menghasilkan lulusan yang berkontribusi nyata kepada masyarakat gereja melalui penyediaan layanan yang transformatif berbasis spiritualitas Pentakostal. |
- Menjalin kerja sama dengan gereja lokal untuk penyelenggaraan praktik lapangan, konseling, dan pelayanan masyarakat.
- Menyusun program pengabdian masyarakat berbasis konseling pastoral seperti klinik konseling, seminar parenting, dan retret pemulihan.
- Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan gereja untuk penerapan keilmuan secara nyata.
- Mengintegrasikan aspek spiritualitas Pentakostal dalam kegiatan pengabdian masyarakat secara konsisten.
|
| Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional dan karakter unggul, dengan penguatan hard-skills dan soft-skills berdasarkan nilai-nilai E CHRIST (Excellence, Connected, Humility, Responsible, Integrity, Smart, Trustworthy). |
- Merancang program pengembangan diri mahasiswa berbasis nilai-nilai E-CHRIST melalui pelatihan, retret rohani, dan mentoring.
- Menyelenggarakan pelatihan keterampilan profesional konseling seperti komunikasi empatik, etika konseling, dan intervensi krisis.
- Melaksanakan asesmen kompetensi secara berkala, mencakup aspek akademik, keterampilan, dan karakter.
- Mendorong pembentukan komunitas belajar (learning community) yang mendukung pengembangan soft-skills interpersonal dan spiritual.
|
| Menghasilkan jejaring kerja sama strategis dengan gereja, lembaga pendidikan, dan komunitas profesional untuk mendukung pengembangan program studi dan keilmuan konseling pastoral yang berkelanjutan dan berdampak luas. |
- Membangun kemitraan dengan gereja-gereja lokal, sinode, dan lembaga pelayanan untuk kolaborasi dalam praktik dan pengembangan kurikulum.
- Menginisiasi kerja sama dengan perguruan tinggi, pusat penelitian, dan asosiasi konseling untuk pertukaran keilmuan dan pengembangan program.
- Menyelenggarakan forum dialog dan konferensi nasional/internasional tentang konseling pastoral.
- Mengoptimalkan peran alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan jejaring profesi dan promosi program studi.
|